Page 105 - Modul Elektronik Mata Kuliah Elektronika Daya (Tri Retno Puspitasari)
P. 105
N yang bekerja secara bergantian, seperti terlihat pada
gambar 6.6 (b). Konverter tyristor-P bekerja untuk
membentuk arus keluaran pada saat periode positip-
nya, sedangkan konverter tyristor-N bekerja
setelahnya untuk membentuk arus keluaran pada
periode negatif arus keluaran.
Pada gambar 6.7 adalah salah satu contoh apabila
ingin mengubah sumber tegangan AC 50 Hz menjadi
frekuensi yang lebih rendah (pada gambar 6.7 menjadi
16,67 Hz). Rangkaian konverter tyristor lengan kiri
bekerja sedemikian rupa dengan memainkan sudut
penyalaannya selama 1,5 periode sumber. Konverter
tyristor lengan kanan bekerja setelahnya dengan sudut
penyalaan yang sama.
Gambar 6.7 Bentuk Gelombang Masukan dan
Keluaran Cycloconverter dari Frekuensi 50-16.67
Hz dengan Beban RL
Pada gambar 6.7 terlihat bahwa untuk mengubah
sumber tegangan AC 50Hz menjadi frekuensi yang
105

