Page 18 - Modul Elektronik Mata Kuliah Elektronika Daya (Tri Retno Puspitasari)
P. 18
3) Kuadran 3 disebut AC-AC konverter yaitu mengubah
energi listrik arus bolak-balik dengan tegangan dan
frekuensi tertentu menjadi arus bolak-balik dengan
tegangan dan frekuensi yang lain. Ada dua jenis
konverter AC, yaitu pengatur tegangan AC (tegangan
berubah, frekuensi konstan) dan cycloconverter
(tegangan dan frekuensi dapat diatur).
Contoh: tegangan AC 220 V dan frekuensi 50 Hz
menjadi tegangan AC 180 V dan frekuensi yang baru
100 Hz. Beberapa aplikasinya antara lain:
Cycloconverter, AC Chopper.
4) Kuadran 4 disebut inverter yaitu mengubah listrik arus
searah (DC) menjadi listrik arus bolak-balik (AC) pada
tegangan dan frekuensi yang dapat diatur.
Contoh: Listrik DC 12 V dari akumulator dengan
perangkat inverter diubah menjadi listrik tegangan AC
220V, frekuensi 50 Hz. Beberapa aplikasinya antara
lain: Emergency lighting systems, AC variable speed
drives, Uninterrupted power supplies, dan frekuensi
konverter.
1.6 Konversi Sinyal dan Daya
Konverter daya berbeda dengan konverter sinyal.
Perbedaan utama dari kedua konverter ini yaitu masalah
efisiensi, di mana efisiensi di konverter daya memegang
kunci pokok yang harus diperhatikan jika kita ingin membuat
konverter daya. Selain itu, di konverter day akita
18

