Page 10 - Modul Elektronik Mata Kuliah Elektronika Daya (Tri Retno Puspitasari)
P. 10
Gambar 1.2. Blok Diagram dari Sistem
Elektronika Daya
Gambar 1.2 memperlihatkan sistem elektronika daya,
dimana daya input pada prosesor daya ini umumnya (tidak
selalu) dari utiliti dengan frekuensi jala-jala 50 Hz atau 60 Hz,
satu fasa atau tiga fasa. Sudut fasa antara tegangan dan arus
input tergantung pada topologi dan kontrol dari prosesor daya.
Output (tegangan, arus, frekwensi, dan jumlah fasa) sesuai
denganyang dibutuhkan beban. Bila output prosesor berupa
sumber tegangan, arus output dan hubungan sudut fasa antara
tegangan keluaran dan arus sangat tergantung pada
karakteristik beban. Normalnya, pengontrol umpan balik
(feedback) membandingkan output dari unit prosesor daya
dengan nilai yang dikehendaki (referensi) dan error
(simpangan kesalahan) yang terjadi diantara diantara
keduanya diminimalkan oleh kontroler. Daya yang mengalir
dalam sistem ini dapat berbalik arah, dengan demikian dapat
merubah fungsi dari input dan output.
Pada tahun-tahun terakhir ini, elektronika daya
mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat
besar karena adanya beberapa faktor. Kontroler pada diagram
10

